CARAPANDANG - Kementerian Agama (Kemenag) mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah sebagai momentum memperkuat kesalehan sosial, solidaritas, serta hijrah jemari dari perilaku menebar benci.
“Kesalehan yang ideal adalah kesalehan yang mampu menghadirkan kepedulian dan kemaslahatan bagi sesama,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag Arsad Hidayat di Jakarta, Senin.
Arsad mengatakan Muharam mengandung pesan hijrah yang relevan sepanjang zaman. Menurutnya, makna hijrah tidak berhenti pada perpindahan fisik, tetapi juga perubahan sikap dan cara pandang menuju kehidupan yang lebih baik serta lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Al Quran melalui Surat Al-Ma’un memberikan pesan kuat bahwa keberagamaan tidak cukup diwujudkan dalam ibadah personal.
Kepedulian terhadap anak yatim, fakir miskin, dan kelompok rentan, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari implementasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Arsad, semangat tersebut sejalan dengan berbagai program pemberdayaan yang terus didorong Kementerian Agama melalui penguatan fungsi masjid, optimalisasi zakat dan wakaf, serta layanan keagamaan, yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Jangan sampai ibadah hanya berhenti pada ritual. Muharam mengingatkan kita bahwa keberagamaan harus melahirkan empati, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi mereka yang membutuhkan,” katanya.