Koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan serangan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap apa yang disebutnya sebagai serangan Houthi baru-baru ini terhadap pelayaran komersial di Laut Merah. Koalisi itu menyatakan bahwa operasi tersebut menyasar situs-situs militer yang berkaitan dengan kemampuan maritim Houthi, seraya menghindari infrastruktur sipil.
Koalisi tersebut juga mengatakan bahwa pelabuhan Hodeidah, Ras Issa, dan Salif tetap dibuka untuk pelayaran komersial serta membantah telah menargetkan fasilitas pelabuhan.
Serangan udara yang dilaporkan tersebut terjadi beberapa jam setelah media Arab Saudi, yang mengutip sumber dari otoritas transportasi, melaporkan bahwa kapal tanker minyak Arab Saudi, NCC MASA, mengalami kerusakan ringan pada bagian lambung kapal akibat serangan di Laut Merah, tetapi tetap melanjutkan pelayarannya.
Kelompok Houthi pada Senin (20/7) mengumumkan larangan maritim terhadap pelayaran Arab Saudi. Kelompok tersebut pada Kamis (23/7) mengatakan pihaknya menargetkan dua kapal tanker minyak Arab Saudi karena melanggar larangan tersebut di Laut Merah. Saudi Press Agency kemudian mengonfirmasi bahwa sebuah kapal tanker milik perusahaan Arab Saudi dihantam serangan dan terbakar.