Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan komitmen Presiden Prabowo dalam memperbaiki tata kelola dan menutup potensi kebocoran anggaran.
Meski menilai kinerja pemerintahan sudah berada di jalur yang tepat, dia menegaskan predikat "oke" tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri. Sebaliknya, penilaian tersebut harus menjadi dorongan agar Presiden dan seluruh jajaran menteri meningkatkan kecepatan serta efektivitas kerja.
Pemerintah, kata dia, tetap harus membuka ruang terhadap kritik, masukan, dan pengawasan publik. Menurutnya, hal tersebut penting agar berbagai program yang ditujukan bagi masyarakat dapat terlaksana secara tepat sasaran.
"Dua tahun ini membuktikan, ketika para pemimpin bangsa bersatu dan membuang ego politik, yang diuntungkan adalah rakyat," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran 10 buku karya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (7/8), kembali menegaskan visi pemerintahannya, yaitu memberdayakan kelompok masyarakat rentan yang disebut oleh Presiden sebagai rakyat yang paling tidak berdaya.
"Pemimpin bekerja agar orang yang paling lemah, orang yang kecil, orang yang paling miskin bisa senyum, bisa ketawa. Artinya, kalau orang yang sangat lemah, sangat tidak berdaya, bisa senyum dan ketawa, dia mulai punya harapan. Kita bekerja memberi harapan kepada rakyat kita yang paling tidak berdaya," kata Prabowo dalam sambutannya.