Dari hasil pemeriksaan sementara, praktik ini melibatkan dugaan pemalsuan dokumen penting seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan ijazah.
"Sekarang sedang diproses di kepolisian, sementara ditangani di Polsek untuk pendalaman lebih lanjut," tambah Martadi.
Menariknya, peserta yang menggunakan jasa joki ini diketahui mendaftar pada program studi Kedokteran di Universitas Negeri Malang (UM), sebuah jurusan dengan tingkat persaingan tinggi yang rawan kecurangan.
Modus serupa juga terdeteksi di UPN Veteran Jawa Timur (UPNVJT). Seorang peserta menunjukkan gerak-gerik mencurigakan saat ujian sesi pertama.
Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan dokumen, ditemukan ketidaksesuaian identitas. Staf Humas UPNVJT, Nizwan Amin, mengonfirmasi temuan tersebut telah dicatat dalam berita acara dan dilaporkan ke panitia pusat.
Selain itu, panitia juga mengendus adanya keterkaitan data antara pelaku dengan lokasi ujian lain, termasuk Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
Namun, Ketua Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol Unair, Pulung Siswantara, memastikan peserta yang masuk daftar waspada tersebut tidak hadir di lokasi ujian.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST, MT, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan 2.940 data anomali peserta sejak awal pendaftaran.