CARAPANDANG - Fenomena langka Gerhana Bulan Total (GBT) yang berlangsung Selasa sore hingga malam ini menjadi gerhana bulan total terakhir yang dapat diamati dari Indonesia hingga tahun 2028 mendatang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, setelah peristiwa hari ini, gerhana bulan total berikutnya baru akan terjadi pada 31 Desember 2028.
"Sepanjang 2026 diperkirakan terjadi empat kali gerhana, yakni dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan, namun hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari Indonesia," kata Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Artinya, masyarakat harus menunggu hampir tiga tahun untuk kembali menyaksikan momen ketika Bulan berubah warna kemerahan akibat bayangan Bumi.
Fenomena ini terbilang istimewa karena fase totalitasnya berlangsung cukup lama. BMKG mencatat secara keseluruhan durasi gerhana sejak fase awal hingga berakhir berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik.
Durasi parsialitas terjadi selama 3 jam 27 menit 47 detik, sedangkan fase totalitas saat Bulan sepenuhnya berada di dalam bayangan umbra Bumi berlangsung selama 59 menit 27 detik.
Berdasarkan data BMKG, berikut waktu fase-fase Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 untuk wilayah Indonesia Barat (WIB) :
· Gerhana penumbra mulai (P1): 15.42.44 WIB (tidak terlihat karena Bulan belum terbit)
· Gerhana sebagian mulai (U1): 16.49.46 WIB