Berdasarkan ketentuan dalam memorandum tersebut, Sharif mengatakan Iran akan segera membuka kembali Selat Hormuz, yang memiliki nilai strategis tinggi bagi perdagangan global; sedangkan Amerika Serikat akan mencabut blokade angkatan lautnya.
Tak lama setelah AS dan Israel memulai perang pada 28 Februari lalu, Iran menutup Selat Hormuz.
Selanjutnya, pada 13 April, pasukan Amerika Serikat memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran, sehingga lalu lintas kapal dagang melalui jalur perairan vital tersebut menjadi sangat sulit dilakukan.
Sumber: Anadolu