Beranda Internasional Israel Kerahkan Tank Untuk Ambil Satu Jenazah, Sementara Jenazah Warga Palestina Dibiarkan

Israel Kerahkan Tank Untuk Ambil Satu Jenazah, Sementara Jenazah Warga Palestina Dibiarkan

Operasi yang berfokus pada pengambilan jenazah Ran Gvili, seorang polisi Israel yang tewas lebih dari dua tahun lalu, itu terjadi di Pemakaman al-Batsh, lingkungan Tuffah, Kota Gaza.

0
Foto (Al-Jazeera/AFP)

CARAPANDANG - Sebuah operasi militer besar-besaran Israel yang melibatkan tank, drone, dan robot peledak dikerahkan untuk mengambil jenazah satu prajuritnya di Gaza, mengungkap kesenjangan yang mencolok dalam penanganan korban jiwa dibandingkan dengan ribuan warga Palestina yang masih terkubur di reruntuhan.

Operasi yang berfokus pada pengambilan jenazah Ran Gvili, seorang polisi Israel yang tewas lebih dari dua tahun lalu, itu terjadi di Pemakaman al-Batsh, lingkungan Tuffah, Kota Gaza.

Menurut laporan di lokasi, pasukan Israel menggali sekitar 200 makam Palestina selama dua hari, menguji satu per satu jenazah yang ditemukan hingga mengidentifikasi sisa jasad Gvili.

Khamis al-Rifi, jurnalis di Gaza yang melaporkan dari sekitar lokasi, menggambarkan skala operasi yang luar biasa.

"Dimulai dengan robot peledak dan serangan udara membuka jalan untuk tank," katanya kepada Al Jazeera.

Ia menyebut area itu diisolasi dengan perimeter mematikan, di mana tank menembaki segala yang bergerak.

Setelah jenazah Gvili berhasil diambil, sisa jasadnya diterbangkan ke Israel untuk dimakamkan secara layak. Namun, jenazah-jenazah warga Palestina yang digali justru ditinggalkan dalam kondisi tidak semestinya.

"Ketika warga pergi ke area itu setelah penarikan pasukan, mereka menemukan para syuhada dikembalikan secara acak, ditutup dengan pasir oleh buldoser," jelas al-Rifi.

"Beberapa jenazah masih terlihat di permukaan," tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait