Sementara itu, Laksamana Muda Tangsiri mengejek janji pemerintah AS yang disebut akan mengawal dan melindungi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Ia menyebut janji tersebut sebagai "janji kosong" menyusul insiden penangkapan dua kapal yang disebutnya percaya pada jaminan tersebut.