CARAPANDANG - Menteri Luar Negeri Iran mengkritik keras kehadiran militer Amerika Serikat di Teluk Persia, menyebut Washington berupaya mendikte aktivitas militer Teheran di wilayah perbatasannya sendiri.
Kritikan ini disampaikan menjelang latihan angkatan laut dengan tembakan langsung yang direncanakan Iran di Selat Hormuz pekan depan.
Dalam pernyataan di platform media sosial X, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyoroti jarak geografis antara AS dan Iran dengan melampirkan peta yang menandai Selat Hormuz.
“Beroperasi di lepas pantai kami, militer AS kini mencoba mendikte bagaimana Angkatan Bersenjata kami yang kuat harus melakukan latihan menembak di wilayah mereka sendiri,” tulisnya.
Araghchi juga menyoroti kontradiksi yang ia anggap absurd, di mana Komando Pusat AS (CENTCOM) menyerukan profesionalisme militer Iran, sementara Washington dan Uni Eropa menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris.
Ia menegaskan bahwa IRGC merupakan pelindung perdamaian dan stabilitas di kawasan.
Pernyataan tersebut muncul di tengah peningkatan ketegangan dan eskalasi kehadiran militer AS di kawasan.
Presiden AS Donald Trump dikutip mengatakan bahwa Washington telah mengirim armada besar menuju Iran, yang diklaim lebih besar dari kekuatan yang dikerahkan ke Venezuela.
Iran telah mengumumkan akan menggelar latihan angkatan laut dengan tembakan langsung di Selat Hormuz pekan depan.