CARAPANDANG - Lebih dari 20.000 serangan terhadap pasar, lahan pertanian, dan sistem distribusi pangan telah tercatat secara global sejak 2018, menandai peningkatan dramatis penggunaan kelaparan sebagai senjata dalam konflik di berbagai negara.
Data terbaru yang dikumpulkan oleh Insecurity Insight, yang dirilis pada Senin (25/5) bertepatan dengan peringatan resolusi DK PBB 2417, mengungkapkan total 21.403 insiden kekerasan terkait pangan terjadi di 15 negara selama delapan tahun terakhir.
Analisis yang dikutip oleh kantor berita AOL tersebut mencatat beragam bentuk serangan sistematis terhadap rantai pasok pangan.
Rinciannya mencakup 1.261 serangan langsung terhadap pasar yang menjadi andalan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, 863 insiden di mana sistem distribusi pangan menjadi sasaran hingga petugas bantuan tewas, serta 1.909 serangan militer terhadap lahan pertanian.
Wilayah Palestina yang Diduduki menjadi lokasi dengan insiden tertinggi, mencatat 9.013 serangan. Yaman menyusul dengan 1.863 insiden, dan Sudan mencatat 1.605 serangan.
"Salah satu serangan terbaru di Sudan terjadi pada Selasa lalu ketika sebuah drone menghantam pasar yang ramai, menewaskan 28 orang," demikian laporan tersebut, yang menambahkan bahwa saksi mata meyakini pasar utama di kota Ghubaysh, Kordofan Barat, sengaja ditargetkan saat dipadati warga sipil.