Di sektor penerbangan, Dudy menjelaskan hubungan bilateral kedua negara telah berlangsung sejak penandatanganan Perjanjian Transportasi Udara pada 1988. Sejak saat itu, kerja sama terus berkembang untuk meningkatkan konektivitas udara antara Indonesia dan Arab Saudi.
Menurutnya, pembahasan layanan penerbangan antara kedua kementerian pada Juni 2025 menghasilkan sejumlah kesepakatan, termasuk penambahan titik operasional baru seperti Yogyakarta dan Banda Aceh.
"Salah satu yang disepakati adalah perluasan titik operasional, di antaranya Yogyakarta dan Banda Aceh. Hal ini perlu dilanjutkan, mengingat permintaan perjalanan udara dari Indonesia menuju Arab Saudi atau sebaliknya terus menunjukkan peningkatan," ujarnya.
Dudy juga mengapresiasi komitmen maskapai Arab Saudi yang terus melayani rute ke Indonesia. Ia menyebut mayoritas penumpang berasal dari kalangan jamaah umrah.
Di sisi lain, salah satu maskapai swasta Indonesia juga terus meningkatkan layanan dengan menambah frekuensi penerbangan reguler menuju Jeddah dan Madinah sejak Desember 2025.
Menhub berharap kedua negara terus menciptakan peluang yang seimbang bagi maskapai penerbangan masing-masing, meningkatkan kualitas layanan, serta menjaga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.