CARAPANDANG - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), terpantau bergerak fluktuatif di sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (6/1/2025) IHSG dibuka di zona hijau di level 8.890,72, beberapa saat kemudian turun ke zona merah.
Jelang jeda perdagangan siang ini, IHSG kembali naik ke area hijau dan sempat mencapai level 8.905. Pada penutupan perdagangan Senin kemarin, IHSG mencapai level tertinggi baru 8.859 dengan kenaikan 1,27 persen.
Namun kenaikan IHSG kemarin disertai dengan net sell (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp9,98 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BUMI, MEDC, BBRI, EMAS dan JPFA.
"Hari ini IHSG berpotensi terkoreksi. Level support akan bergerak di rentang 8.780-8.800 dan level resistansi di rentang 8.880-8.900," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat dan Asia Pasifik bergerak menguat hingga penutupan perdagangan Senin kemarin. "Kenaikan indeks dipicu penguatan harga minyak mentah dan ekspektasi investor terhadap konflik AS-Venezuela," ujar Fanny.
Pelaku pasar menilai serangan AS ke Venezuela tidak mengakibatkan konflik geopolitik yang lebih besar. Saham-saham sektor energi di AS pun melesat setelah pemerintah AS menyatakan akan mengendalikan minyak Venezuela.