CARAPANDANG - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk di sesi pertama perdagangan Senin (18/5/2026), melemah 3,76 persen atau 253 poin ke level 6.370. Pelemahan ini sejalan dengan bursa saham Asia yang kompak bergerak di zona merah di tengah memanasnya konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat menyentuh level terendah di 6.398 pada sesi pertama, dengan seluruh sektor saham tercatat melemah.
Sektor bahan baku menjadi yang paling terdalam koreksinya, yaitu minus 8,14 persen, disusul sektor transportasi yang turun 6,11 persen.
Kondisi pasar saham domestik juga dibayangi oleh aksi jual asing dan sentimen rebalancing indeks MSCI yang mengeluarkan 18 saham Indonesia, ditambah ancaman FTSE Russell terhadap saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC).
Saham-saham besar seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) tercatat menyentuh auto rejection bawah (ARB).
“Pasar cenderung merespons netral hingga negatif karena pertemuan AS-Tiongkok belum menghasilkan kesepakatan substansial terkait stabilitas kawasan Timur Tengah maupun pembukaan normal jalur Selat Hormuz,” ujar Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, dikutip Kompas.
Di kawasan Asia, mayoritas indeks saham juga ditutup terkoreksi. Nikkei 225 Jepang melemah 0,85 persen, Hang Seng Hong Kong turun 1,35 persen, sedangkan Shanghai Composite melemah tipis 0,22 persen.