CARAPANDANG - Kepala Badan Energi Intenasional (International Energy Agency/IEA) Fatih Birol pada Jumat memperingatkan adanya potensi kekurangan solar dan kerosin atau minyak tanah di Eropa dalam beberapa minggu mendatang jika situasi di Timur Tengah tidak segera stabil.
Pada awal April Birol mengatakan Eropa memiliki persediaan kerosin yang cukup untuk dua bulan apabila pengiriman dihentikan sepenuhnya akibat eskalasi di Timur Tengah.
“Jika situasinya tidak membaik, solar dan kerosin dapat segera menjadi langka di Eropa. Tidak langsung, tetapi dalam beberapa minggu ke depan,” kata Birol dalam wawancara dengan majalah Jerman Der Spiegel.
Kepala IEA tersebut mengingatkan bahwa sebelum konflik di Timur Tengah, Eropa menerima sebagian besar pasokan solar dan kerosin dari kilang di kawasan tersebut, tetapi banyak depot bahan bakar telah kosong dalam beberapa minggu terakhir.
“Jika produksi global solar dan kerosin tidak segera pulih, situasinya bisa menjadi kritis bagi beberapa negara Eropa pada bulan Mei,” tambah Birol.
Mengingat tingginya harga bahan bakar, Jerman sebaiknya mempertimbangkan penerapan batas kecepatan di jalan raya, tambahnya. Ia juga mengatakan bahwa Jerman “melakukan kesalahan strategis dengan menutup pembangkit listrik tenaga nuklirnya.”