Beranda Internasional Hizbullah Janjikan Perlawanan, Klaim Serangan terhadap Target Militer Israel

Hizbullah Janjikan Perlawanan, Klaim Serangan terhadap Target Militer Israel

Sebuah layar menampilkan pemimpin baru Hizbullah Naim Qassem saat menyampaikan pidato di televisi pada 30 Oktober 2024. (Xinhua/Bilal Jawich)

0
Xinhua

CARAPANDANG.COM, BEIRUT -- Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem pada Rabu (4/3) mengatakan kelompoknya akan terus melanjutkan perlawanan terhadap Israel, menggambarkan konfrontasi itu sebagai "pertahanan eksistensial."

   Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Qassem mengatakan Hizbullah telah mematuhi perjanjian gencatan senjata antara kelompok tersebut dan Israel, sementara Israel gagal memenuhi ketentuan apa pun dalam perjanjian itu.

   "Lebih dari 10.000 pelanggaran" telah dicatat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan tentara Lebanon sejak gencatan senjata mulai berlaku, sementara sekitar 500 orang tewas dalam periode yang sama, ungkapnya.

   Qassem mengatakan Hizbullah memutuskan untuk tidak merespons serangan berulang Israel selama periode tersebut agar tidak dituduh menghambat upaya diplomatik, seraya menambahkan bahwa rentetan serangan roket terbaru yang diluncurkan kelompoknya merupakan respons terhadap "agresi" Israel dan Amerika Serikat (AS), serta pelanggaran selama berbulan-bulan yang dilakukan Israel.

   Secara terpisah, Hizbullah dalam sebuah pernyataan mengatakan pihaknya telah menembakkan sejumlah roket pada Selasa (3/3) malam waktu setempat ke arah pangkalan Tel Hashomer, yang digambarkan sebagai markas besar komando militer Israel di sebelah tenggara Tel Aviv, serta sebuah target militer di sebelah selatan Kota Haifa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait