CARAPANDANG - Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya tampak dalam banyaknya ibadah yang kita lakukan, tetapi juga tercermin dari bagaimana hati kita memandang dan memperlakukan sesama muslim.
Di antara tanda kesempurnaan iman yang diajarkan Rasulullah ﷺ adalah memiliki hati yang tulus mencintai kebaikan bagi saudara seiman.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidaklah salah seorang di antara kalian beriman hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri." (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Hadits ini bukan berarti seseorang keluar dari Islam apabila belum mampu mengamalkannya. Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah belum sempurnanya iman. Kesempurnaan iman baru diraih ketika seorang muslim benar-benar menginginkan kebaikan bagi saudaranya sebagaimana ia menginginkan kebaikan itu untuk dirinya sendiri.
Renungan
Kita ingin keluarga kita hidup bahagia. Maka, apakah kita juga menginginkan kebahagiaan bagi keluarga muslim lainnya?
Kita ingin anak-anak kita menjadi saleh dan sukses. Apakah hati kita juga bergembira ketika melihat anak orang lain menjadi penghafal Al-Qur'an, menjadi ulama, menjadi pemimpin yang amanah?
Kita ingin usaha kita maju. Apakah kita ikut senang ketika usaha saudara kita berkembang?