Beranda Ekonomi Haris Rusly Moti Bongkar Tiga Poros di Balik Kampanye Destabilisasi Nasional

Haris Rusly Moti Bongkar Tiga Poros di Balik Kampanye Destabilisasi Nasional

Haris menyoroti maraknya berbagai tagar dan narasi yang beredar di ruang publik

0
Haris Rusly Moti (CNN/Istimewa)

CARAPANDANG - Pemrakarsa 98 Resolution Network sekaligus mantan Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran, Haris Rusly Moti, menuding adanya kampanye destabilisasi terkoordinasi yang saat ini menyasar Indonesia.

Ia menilai gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pelemahan nilai tukar rupiah bukan sekadar dinamika ekonomi biasa, melainkan bagian dari serangan senyap untuk menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Saya menilai gejolak IHSG dan pelemahan nilai tukar rupiah sebagai sebuah serangan destabilisasi terkoordinasi," ujar Haris Rusly Moti kepada awak media di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Haris menyoroti maraknya berbagai tagar dan narasi yang beredar di ruang publik belakangan ini, seperti "sale Indonesia", "1998 redux", "buang rupiah", hingga "Indonesia gelap".

Menurutnya, narasi-narasi tersebut bukanlah kritik objektif, melainkan kampanye hitam yang dirancang untuk mengacaukan stabilitas nasional.

"Mereka terobsesi mendaur ulang peristiwa reformasi 1998, memicu gejolak politik melalui merekayasa guncangan ekonomi," tegas Haris.

Namun demikian, ia meyakini skenario "1998 redux" tidak akan terulang. Sebab, peta geopolitik global saat ini dinilainya sangat berbeda dengan tahun 1998.

"Tahun 1998 peta geopolitik masih unipolar, Amerika jadi penguasa tunggal. Saat ini sudah multipolar," jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait