Dalam kunjungannya, Fajar juga menyoroti posisi Kabupaten Lebak sebagai wilayah yang memiliki kekayaan sejarah luar biasa. Selain menjadi tempat yang berkaitan dengan sosok Multatuli, Lebak juga memiliki jejak sejarah sejumlah tokoh penting bangsa, seperti Soekarno, Haji Agus Salim, Tan Malaka, dan Maria Ulfah.
Menurutnya, kekayaan sejarah tersebut perlu menjadi bagian dari memori kolektif bangsa, khususnya bagi Generasi Z dan Generasi Alpha.
“Lebak merupakan mutiara sejarah yang luar biasa. Banyak tokoh besar bangsa yang memiliki keterkaitan dengan daerah ini. Warisan sejarah tersebut perlu diperkenalkan secara lebih luas agar generasi muda semakin mengenal tokoh-tokoh yang turut membentuk perjalanan Indonesia,” katanya.
Fajar menambahkan, semangat antikolonialisme yang menjadi bagian penting dari sejarah bangsa perlu terus dipelihara dan dimaknai dalam konteks kekinian sebagai upaya memperkuat karakter, kebangsaan, dan persatuan Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Wamendikdasmen juga mengapresiasi keberadaan Museum Multatuli yang merupakan satu-satunya museum post-kolonial di Indonesia dan termasuk salah satu dari sedikit museum post-kolonial di dunia. Ia menilai museum memiliki peran strategis sebagai ruang pembelajaran yang mampu menghubungkan generasi muda dengan sejarah bangsanya.