Juru bicara Bulan Sabit Merah Iran, Mojtaba Khaledi, dalam pernyataan di televisi nasional, Rabu (11/3/2026) siang, mengungkapkan bahwa hampir 20.000 bangunan sipil terdampak serangan. Rinciannya mencakup sedikitnya 16.191 unit rumah tinggal, 77 pusat medis dan apotek, 65 sekolah dan pusat pendidikan, serta 16 fasilitas Bulan Sabit Merah yang rusak.
"Beberapa fasilitas kesehatan tidak dapat beroperasi, sehingga kami tidak bisa menerima pasien di sana. Di beberapa tempat, pasien sedang berada di ruang operasi atau menjalani prosedur medis lainnya ketika serangan terjadi," jelas Khaledi.
Wakil Menteri Kesehatan Iran Ali Jafarian mengungkapkan kepada Al Jazeera bahwa 11 tenaga kesehatan tewas dan 55 lainnya luka-luka, termasuk dokter, perawat, dan petugas gawat darurat. Sebanyak 29 fasilitas klinis rusak, 10 di antaranya tidak aktif, dan pasien di tujuh fasilitas lainnya harus dievakuasi.
Kepala Universitas Ilmu Kedokteran Bushehr, Allahkaram Akhlaghi, mengumumkan bahwa Rumah Sakit Martir Teluk Persia di barat daya Iran tidak berfungsi untuk sementara waktu setelah gelombang kejut dari ledakan merusak bagian-bagian fasilitas tersebut. Pasien kemudian dipindahkan ke rumah sakit terdekat.
Salah satu insiden paling mengerikan terjadi di Sekolah Dasar Minab di Iran selatan, di mana 167 orang, sebagian besar siswa, tewas pada hari pertama konflik.