Beranda Ekonomi Harga Minyak Tembus USD 113 per Barel, Kenaikan Terbesar Sejak 1988

Harga Minyak Tembus USD 113 per Barel, Kenaikan Terbesar Sejak 1988

Harga minyak mentah Brent tercatat melesat 23% ke level USD 114,36 per barel, menandai kenaikan harian terbesar sejak setidaknya tahun 1988.

0
Ilustrasi

Menurutnya, dalam jangka pendek harga minyak bisa melonjak mendekati USD 120 per barel jika konflik terus berlanjut.

Dari sisi geopolitik, situasi semakin memanas setelah Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru, menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan sebelumnya.

Penunjukan tokoh garis keras ini memperkuat persepsi pasar bahwa Iran tidak akan melunak dalam konflik dengan AS dan Israel, sehingga risiko eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah diprediksi akan terus berlanjut.

Militer Israel bahkan telah mengancam akan membunuh siapa pun pengganti Khamenei, sementara Presiden AS Donald Trump menyatakan perang mungkin hanya akan berakhir setelah militer dan penguasa Iran dimusnahkan.

Dampak dari lonjakan harga minyak ini telah mengguncang pasar keuangan global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia dibuka melemah 2,79%.

Bursa saham Asia lainnya juga berguguran, dengan indeks Nikkei Jepang anjlok 7,5% dan Korea Selatan merosot 8,1% . Di pasar uang, dolar AS justru menguat karena diburu investor sebagai aset aman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait