CARAPANDANG - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perang antara Iran vs Amerika Serikat (AS)- Israel berpotensi berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.
Menurutnya eskalasi konflik tersebut dapat mengganggu rantai pasok minyak global. Dia mengungkapkan bahwa saat ini harga minyak mentah dunia telah menyentuh level 80 dolar AS per barel, di atas asumsi APBN 2026 yang dipatok 70 dolar AS per barel.
"Otomatis akan naik, sama seperti saat perang Ukraina kan naik," ujar Airlangga seperti diberitakan RMol.id, Senin 2 Maret 2026.
Kendati demikian, pemerintah pemerintah telah melakukan langkah antisipasi, dengan melakukan kerja sama impor minyak dari AS.