Beranda Ekonomi Harga Batu Bara Terjun ke US$ 98, Terendah Sejak Covid

Harga Batu Bara Terjun ke US$ 98, Terendah Sejak Covid

Merujuk Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (4/4/2025) ditutup di US$ 98 per ton. Harganya ambruk 5,18%.

0
Ilustrasi | Istimewa

CARAPANDANG.COM - Dilansir CNBC. Harga batu bara hancur lebur pada pekan ini menyusul jatuhnya semua sumber energi karena kekhawatiran resesi.

Merujuk Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (4/4/2025) ditutup di US$ 98 per ton. Harganya ambruk 5,18%.

Penurunan ini memperpanjang tren buruk batu bara yang sudah jeblok dua hari sebelumnya. Harga pasir hitam melemah tiga hari beruntun dengan penurunan mencapai 8,75%.

Harga penutupan kemarin bahkan menjadi yang terendah sejak 7 Mei 2021 atau hampir empat tahun terakhir di mana pada saat itu dunia diguncang pandemi Covid-19.
Sepanjang pekan ini, harga batu bara ambruk 5,31%. Artinya, harga batu bara sudah jeblok selama empat pekan beruntun. Sepanjang tahun ini, harga batu bara bahkan hanya menguat empat pekan selebihnya ambruk.

Ambruknya batu bara dipicu dua hal yakni kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan meningkatnya produksi dunia.

Kebijakan tarif Trump dikhawatirkan meningkatkan perang dagang yang berujung pada resesi dunia sehingga permintaan komoditas energi akan turun. Kekhawatiran ini sudah memicu tumbangnya harga energi, mulai dari minyak hingga gas.

Seperti diketahui, Trump pada Rabu (3/4/2025) mengumumkan jika AS akan memberikan tarif resiprokal minimal 10% kepada 180 negara.
Tarif ini lebih besar dibandingkan ekspektasi pasar.

Menyusul kebijakan Trump, China berencana akan membalasnya dengan memberi tarif 34% kepada produk AS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait