Dari sisi kesehatan jantung, penelitian Cleveland Clinic menyebutkan bahwa puasa berkaitan dengan penurunan tekanan darah, kadar kolesterol jahat (LDL), serta peradangan dalam tubuh, yang menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular.
Dokter spesialis gizi klinik, dr. Tan Shot Yen, MGizi, menegaskan bahwa manfaat puasa akan optimal apabila dilakukan dengan pola makan seimbang saat sahur dan berbuka.
“Puasa bukan berarti balas makan. Asupan harus tetap memperhatikan gizi seimbang agar tubuh mendapat manfaat maksimal,” ujarnya dalam beberapa kesempatan edukasi kesehatan.
Meski memiliki banyak manfaat, puasa tidak dianjurkan bagi kelompok tertentu tanpa konsultasi medis, seperti penderita hipoglikemia berat, ibu hamil dengan kondisi medis tertentu, serta pasien dengan penyakit kronis.
Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga hidrasi, mengonsumsi makanan bergizi, serta menghindari konsumsi gula dan lemak berlebihan saat berbuka agar manfaat puasa dapat dirasakan secara optimal.