Dalam sektor ekonomi, Ahmad Luthfi menjelaskan bagaimana Pemprov Jateng terus mendongkrak realisasi investasi. Ia bahkan meminta kepada seluruh bupati dan wali kota untuk menyiapkan kawasan industri dan ekonomi khusus baru. Gayung bersambut, saat ini sudah ada 12 daerah yang mengajukan kawasan industri atau ekonomi khusus baru.
"Tahun 2025 kemarin realisasi investasi kita Rp110,64 triliun dengen 418 ribu tenaga kerja terserap. Triwulan I-2026 ini sudah Rp23,02 triliun dengan 94 ribuan tenaga kerja terserap. Angka kemiskinan kita juga turun menjadi 9,39%," katanya.
Pada saat yang sama, Pemprov Jateng juga terus memperkuat UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Jawa Tengah. Upaya-upaya pendampingan melalui akses pembiayaan, sertifikasi, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan pasar terus dilakukan agar semakin banyak UMKM yang naik kelas dan memiliki daya saing.
Hingga Triwulan I - 2026, Pemprov Jateng telah membina 199.781 UMKM, meningkat 1.001 UMKM dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penyerapan sekitar 1,38 juta tenaga kerja.
"UMKM kita itu ada 4,8 juta, kebanyakan usaha mikro dan kecil. Kita terus dorong agar mereka naik kelas menjadi usaha menengah atau besar," jelasnya. dilansir cnnindonesia.com