"Indonesia tidak mengekor ke Amerika, tidak tunduk ke China, dan tidak takut pada tekanan NATO saat berhubungan dengan Rusia demi mengamankan pasokan minyak dan elpiji murah untuk rakyat," tegas Sugiat.
Ia meminta publik untuk tidak menilai hasil diplomasi hanya dalam hitungan minggu atau bulan, karena komitmen dan transfer teknologi yang dikunci dalam kunjungan ini merupakan fondasi jangka panjang yang hasilnya baru akan terlihat dalam hitungan tahun.
"Pak Prabowo adalah seorang negarawan. Negarawan memberikan apa yang dapat diberikan kepada negara, sedangkan politisi mencari apa yang bisa diperoleh dari negara," pungkasnya.