Beranda Sains & Teknologi Gerhana Bulan Total Akan Warnai Langit Indonesia 3 Maret 2026, Bertepatan dengan Ramadan

Gerhana Bulan Total Akan Warnai Langit Indonesia 3 Maret 2026, Bertepatan dengan Ramadan

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Thomas Djamaluddin memastikan bahwa fenomena ini dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Fenomena Gerhana Bulan Total diprediksi akan menghiasi langit Indonesia pada Selasa, 3 Maret 2026 mendatang. Peristiwa astronomi yang juga dikenal sebagai "Blood Moon" atau Bulan Darah ini akan berlangsung selama 58 menit dan bertepatan dengan 13 Ramadan 1447 Hijriah.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Thomas Djamaluddin memastikan bahwa fenomena ini dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia.

"Hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang bisa diamati di Indonesia," ujarnya mengutip Kumparan, Rabu (18/2/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai lembaga astronomi, fase gerhana akan dimulai sejak sore hari. Untuk wilayah Indonesia Barat (WIB), Bulan akan terbit saat fase totalitas tengah berlangsung, menciptakan pemandangan unik berupa piringan Bulan berwarna kemerahan yang muncul perlahan dari ufuk timur.

Fenomena ini memiliki nilai istimewa karena menjadi gerhana bulan total terakhir yang dapat disaksikan hingga akhir tahun 2028.

Media sains Space.com mencatat bahwa setelah peristiwa ini, tidak akan ada lagi gerhana bulan total di dunia selama hampir tiga tahun ke depan.

Warna kemerahan pada Bulan saat gerhana terjadi akibat proses Hamburan Rayleigh, di mana atmosfer Bumi membiaskan cahaya Matahari dan hanya menyisakan spektrum warna merah yang mencapai permukaan Bulan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait