Ia menjelaskan, kegiatan olahraga tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat di lingkungan madrasah, sekaligus mendukung program pemerintah dalam pencegahan dan penanganan stunting.
“Dengan menjaga kebugaran dan kesehatan anak-anak, kita ingin membentuk tumbuh kembang mereka menjadi generasi yang madani dan Qur’ani,” ujarnya.
Lebih jauh, Yarisman menyebut kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi MTsN 2 untuk memperkenalkan keberadaan dan potensi madrasah kepada masyarakat. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap MTsN 2 mulai tumbuh, terlihat dari meningkatnya minat dalam penerimaan peserta didik baru.
“Sekarang kita sudah mulai bisa menjaring murid baru dan MTsN 2 sudah menjadi pilihan. Ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas madrasah,” katanya.
Yarisman menyebut MTsN 2 memiliki potensi pengembangan yang cukup besar, salah satunya dari sisi lokasi yang strategis di tepi jalan nasional dengan luas lahan sekitar dua hektare.
“Secara geografis, lokasi kita sangat strategis. Kita berada di pinggir jalan nasional dengan lahan sekitar dua hektare. Potensi ini akan terus kita kembangkan untuk mendukung kemajuan madrasah,” ujarnya.
Ke depan, pihaknya menargetkan MTsN 2 Kota Payakumbuh dapat berkembang menjadi madrasah model melalui peningkatan kualitas layanan pendidikan dan penguatan kepercayaan masyarakat.