Di zona lainnya, para pelajar Indonesia memasuki replika stasiun luar angkasa Tiangong milik China dan mengamati model wahana penjelajah Bulan Chang'e, menelusuri perjalanan dari masa lampau yang sangat jauh hingga eksplorasi manusia ke luar angkasa.
"Semua model di zona luar angkasa diproduksi di China dan dikirim ke Indonesia," kata Luo. "Kami menyesuaikan keterangan yang menyertainya agar masyarakat Indonesia dapat lebih memahami pencapaian China di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi."
Pada upacara pembukaan, Wang Siping, selaku konselor kebudayaan di Kedutaan Besar China untuk Indonesia, menyatakan bahwa selesainya pembangunan museum tersebut merupakan peristiwa budaya yang penting bagi Indonesia dan Surakarta, seraya mengatakan bahwa kehadiran museum itu akan semakin memperkaya kehidupan budaya masyarakat setempat.
Dia juga memuji sang pendiri museum, Tahir, beserta yayasannya atas dukungan mereka terhadap pengembangan sarana kebudayaan di Indonesia.
Dato' Sri Tahir, seorang pengusaha terkemuka Indonesia, mengatakan bahwa banyak koleksi dan model yang dipamerkan di museum tersebut berasal dari China. Beliau mengatakan bahwa pameran dinosaurus tersebut, yang pertama di Indonesia, akan memberikan kesempatan langka kepada masyarakat untuk mempelajari dinosaurus dan ilmu paleontologi.