Beranda Umum Filosofi Warna Emas Pada Ornamen Perayaan Imlek

Filosofi Warna Emas Pada Ornamen Perayaan Imlek

Dalam kosmologi Tionghoa, emas dikaitkan dengan elemen logam sebagai bagian dari lima unsur utama kehidupan

0
Angpao

CARAPANDANG - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu dihiasi dominasi warna emas pada dekorasi, angpao, perhiasan, dan sajian tradisional. Kilauan emas tersebut mengandung filosofi mendalam yang merepresentasikan harapan hidup masyarakat Tionghoa sejak ribuan tahun lalu.

Dalam kosmologi Tionghoa, emas dikaitkan dengan elemen logam sebagai bagian dari lima unsur utama kehidupan. Elemen logam melambangkan kekuatan, kemakmuran, dan kestabilan yang diyakini menjaga keseimbangan alam semesta kehidupan manusia.

Emas dipercaya menghadirkan energi positif yang mencerminkan kekayaan materi sekaligus perlindungan spiritual bagi kehidupan manusia sehari-hari. Warna emas juga berhubungan dengan simbol matahari sebagai sumber cahaya, kehidupan, dan kejayaan peradaban manusia.

Pada masa kekaisaran Tiongkok, emas menandai kedaulatan serta status tertinggi yang melekat pada kaisar berkuasa. Warna emas digunakan pada istana dan busana kerajaan sebagai simbol hubungan ilahi dengan langit kekuasaan.

Selain kemewahan materi, emas memiliki makna spiritual penting dalam praktik Feng Shui tradisional masyarakat Tionghoa. Warna emas dipercaya mengundang energi Chi harmonis untuk mendukung keberuntungan dan keseimbangan hidup manusia sepanjang.

Tradisi angpao merah berisi koin emas memperkuat simbol transfer keberuntungan dalam perayaan Imlek keluarga Tionghoa. Angpao diberikan orang tua kepada anak sebagai doa kebahagiaan dan masa depan cerah keluarga besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait