Selepas jeda, kedua tim tampaknya masih menyimpan kekuatan masing-masing. Mereka hanya ingin tetap di jalur aman. Mencoba memainkan bola tanpa melakukan kesalahan. Hasilnya cukup berimbang (25-26), dan tim Prastawa tetap unggul 88-84, di akhir kuarter ketiga.

Sementara itu di kuarter terakhir, rupanya tim Yudha membuat perubahan strategi yang signifikan. Memainkan Dame Diagne sebagai jangkar, dan menempatkan AJ Bramah sebagai ujung tombak. Dame memberikan kontribusi yang luar biasa di pertahanan selama kuarter keempat. Tercatat ada dua kali poin Bramah dengan slam dunk, yang diawali dari hustle-play dari seorang Dame.
Tetapi yang paling menarik adalah ketika Dame berhasil merebut bola rebound di sisa 57 detik terakhir, dan memberikannya ke Abraham Damar Grahita. Kapten tim Satria Muda Pertamina Bandung tersebut mengeksekusi tembakan tiga angka, yang sekaligus mengunci kemanangan tim Yudha. Tembakan tersebut langsung membuat publik tuan rumah bergemuruh.
