Beranda Olahraga Era Suram Bulutangkis Indonesia, Tersingkir di Piala Thomas Lebih Cepat dari Sejarah 2012

Era Suram Bulutangkis Indonesia, Tersingkir di Piala Thomas Lebih Cepat dari Sejarah 2012

Padahal, Indonesia datang ke turnamen ini dengan status sebagai unggulan kedua di bawah China dan merupakan pemilik rekor juara terbanyak (14 gelar) sepanjang masa.

0
Jonatan Christie tak berkutik melawan permainan eksplosif Christo Popov (Istimewa)

CARAPANDANG - Sejarah kelam tercipta di dunia bulu tangkis Indonesia. Untuk pertama kalinya sejak turnamen beregu putra paling bergengsi ini dimulai pada 1949, Tim Thomas Indonesia gagal melaju ke babak perempat final setelah dipaksa menyerah 1-4 oleh Prancis dalam laga penentu Grup D di Forum Horsens, Denmark, Selasa (28/4/2026) malam hingga Rabu (29/4/2026) dini hari WIB.

Hasil ini menjadi torehan terburuk dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di Piala Thomas, mengingat capaian terendah sebelumnya hanya gugur di babak perempat final pada edisi 2012.

Padahal, Indonesia datang ke turnamen ini dengan status sebagai unggulan kedua di bawah China dan merupakan pemilik rekor juara terbanyak (14 gelar) sepanjang masa.

Petaka bagi skuad Merah Putih dimulai dari sektor tunggal. Tunggal pertama Jonatan Christie tak berkutik melawan permainan eksplosif Christo Popov dan tumbang dua gim langsung dengan skor 19-21, 14-21.

Tunggal kedua Alwi Farhan juga gagal memberikan perlawanan berarti setelah takluk dari Alex Lanier melalui skor 16-21, 19-21.

Harapan terakhir bertumpu pada pengalaman Anthony Sinisuka Ginting di tunggal ketiga.

Namun setelah berhasil merebut gim pertama 22-20, Ginting kehilangan ritme dan akhirnya dipaksa menyerah di gim penentu dengan skor 20-22.

Kekalahan ini otomatis mengubur mimpi Indonesia karena tertinggal 0-3 yang tak mungkin terkejar di sisa dua partai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait