Trump, melalui platform Truth Social, menulis bahwa setiap Republikan yang menolak tarif akan menderita konsekuensi serius saat pemilu, termasuk di pemilihan pendahuluan.
Ia juga menyebut Kanada sebagai mitra dagang salah satu yang terburuk di dunia dan menegaskan tarif merupakan instrumen untuk memenangkan negosiasi.
Di luar gedung DPR, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Kevin Hassett menyatakan kekecewaan atas hasil pemungutan suara, namun menegaskan Presiden tidak akan membiarkan tarif dicabut.
Resolusi yang diajukan Gregory Meeks, anggota senior Demokrat di Komite Urusan Luar Negeri DPR, akan mengakhiri status darurat nasional yang dikeluarkan Trump setahun lalu.
Pemerintahan Trump sebelumnya menyebut aliran narkotika ilegal dari Kanada sebagai ancaman luar biasa yang membenarkan pengenaan tarif di luar kerangka perjanjian USMCA.
Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR dari Fraksi Republikan, Brian Mast, membela kebijakan tersebut dengan menyebut fentanil sebagai krisis nasional yang nyata.
Namun para pakar menyatakan fentanil yang diselundupkan ke Amerika Serikat sebagian besar berasal dari Meksiko, bukan Kanada.
Pemungutan suara ini mencerminkan keresahan di DPR menjelang pemilu paruh waktu, di mana isu ekonomi dan biaya hidup menjadi perhatian utama pemilih.
Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries menyebut tarif Trump hanya memicu lonjakan harga dan ketidakpastian bagi keluarga Amerika.