Beranda Internasional Enam Dekade Kesepakatan Status Quo Al-Aqsa Melemah, Polisi Israel Kembali Tangkap Imam Masjid di Awal Ramadhan

Enam Dekade Kesepakatan Status Quo Al-Aqsa Melemah, Polisi Israel Kembali Tangkap Imam Masjid di Awal Ramadhan

Sejumlah langkah kontroversial disebut kalangan Palestina dan sejumlah pihak internasional sebagai pelemahan terhadap kesepakatan status quo yang telah bertahan lebih dari enam dekade.

0
Puluhan pemukim Israel menerobos masuk ke halaman Masjid Al-Aqsa. (Saba.ye)

Pada Rabu (18/2/2026), puluhan pemukim Israel menerobos masuk ke halaman Masjid Al-Aqsa. Sejumlah video menunjukkan mereka menari dan bernyanyi di pelataran masjid di bawah pengawalan ketat pasukan Israel.

Insiden ini terjadi bertepatan dengan perluasan waktu pelaksanaan penerobosan di pagi hari selama Ramadhan.

Polisi Israel mengumumkan perpanjangan waktu penerobosan pagi menjadi pukul 06.30 hingga 11.30, lebih panjang satu jam dari biasanya.

Langkah ini dikhawatirkan akan menjadi kebijakan permanen yang melampaui bulan Ramadhan.

Pemerintah Yordania, yang memiliki peran pengawasan atas situs-situs suci di Yerusalem, dengan tegas mengecam tindakan ini. Kementerian Luar Negeri Yordania menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsa secara keseluruhan adalah tempat ibadah murni bagi umat Islam.

Uni Eropa, melalui pernyataan Kepala Perwakilannya di Yerusalem dan Ramallah, juga menyatakan keprihatinan serius atas meningkatnya risiko eskalasi di dan sekitar Tempat-Tempat Suci. Mereka menyerukan penghormatan penuh terhadap status quo.

Hamas mengutuk keras penangkapan Imam Al-Abbasi dan menggambarkannya sebagai campur tangan dalam urusan Masjid Al-Aqsa dan serangan yang tidak dapat diterima terhadap para imamnya.

Gerakan tersebut juga menyerukan rakyat Palestina di Yerusalem, Tepi Barat, dan wilayah 1948 untuk tetap berada di Al-Aqsa sebagai benteng melawan rencana yang mengancam identitas masjid.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait