Pasar keuangan bergejolak karena menjelang penutupan pasar, kecemasan meningkat di Wall Street setelah muncul laporan bahwa perjalanan Wakil Presiden JD Vance untuk bergabung dalam negosiasi dengan Iran ditunda karena kurangnya komitmen dari Teheran. Hal ini dilaporkan The New York Times dan Axios yang mengutip pejabat AS.
Tak lama setelah bursa saham AS ditutup, Presiden Donald Trump mengatakan gencatan senjata akan diperpanjang sampai proposal dari Iran diajukan.
Kedua faktor ini juga berdampak besar ke emas.
Pelaku pasar juga mencermati sudang hearing Komite Perbankan Senat AS dengan calon Chairman bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh.
Warsh menyerukan "perubahan rezim" di bank sentral AS, termasuk pendekatan baru dalam mengendalikan inflasi dan perombakan strategi komunikasi agar pejabat The Fed tidak terlalu banyak memberi sinyal soal arah kebijakan moneter.
Warsh menegaskan dirinya tidak pernah berjanji kepada Presiden AS Donald Trump untuk memangkas suku bunga jika resmi memimpin bank sentral AS. Pernyataan itu disampaikan dalam sidang konfirmasi di Senat AS, saat pasar global tengah menyoroti masa depan arah kebijakan moneter Negeri Paman Sam. dilansir cnbcindonesia.com