Data JOLTs menunjukkan lowongan pekerjaan di Amerika Serikat turun sebanyak 303.000 menjadi 7,146 juta pada November 2025. Angka ini merupakan level terendah sejak September 2024 dan jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 7,60 juta.
Jumlah lowongan pekerjaan menurun di sektor akomodasi dan layanan makanan (-148.000); transportasi, pergudangan, dan utilitas (-108.000); serta perdagangan grosir (-63.000). Sebaliknya, lowongan pekerjaan justru meningkat di sektor konstruksi (+90.000).
Dengan data terbaru, pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 61 basis poin tahun ini. Fokus pasar kini tertuju pada laporan non-farm payrolls yang akan dirilis Jumat.
Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik masih berlanjut setelah Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap pada akhir pekan. Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pada Selasa untuk memurnikan dan menjual minyak mentah Venezuela, sementara White House secara terpisah mengonfirmasi adanya pembahasan mengenai kemungkinan akuisisi Greenland, termasuk potensi keterlibatan militer.
Di tempat lain, bank sentral China memperpanjang rekor pembelian emasnya menjadi 14 bulan berturut-turut pada Desember 2025.
"Data dari China terus menunjukkan permintaan yang kuat dari Asia ... dan sekali lagi menjadi salah satu alasan mengapa kita melihat dorongan kenaikan harga baru-baru ini," kata Meger.