CARAPANDANG - Harga emas jatuh 2% seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi.
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Kamis (16/7/2026) ditutup di posisi US$ 3969,94 per troy ons. Harganya ambruk 2,3%.
Harga penutupan kemarin adalah yang terendah sejak 4 November 2025 atau delapan bulan terakhir.
Pelemahan kemarin juga menghapus tren kenaikan dua hari beruntun dengan penguatan sebesar 1,4%.
Harga emas sedikit membaik pada hari ini. Pada Jumat (17/7/2026), harga emas dibanderol US$ 3977,5 per troy ons atau menguat 0,19%.
Ambruknya emas tak bisa lepas dari kembali membaranya Timur Tengah.
Harga minyak bertahan di dekat level tertinggi dalam satu bulan setelah meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi dari Timur Tengah.
Kekhawatiran itu muncul setelah Iran meminta kelompok Houthi di Yaman bersiap menutup jalur pelayaran minyak di Laut Merah apabila AS menyerang infrastruktur kelistrikan Iran.
Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi. Hal itu meningkatkan ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi, sehingga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). dilansir cnbcindonesia.com