CARAPANDANG - Harga emas dan perak melonjak setelah ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) tahun ini mereda.
Sentimen tersebut muncul setelah tercapainya kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang menekan harga minyak serta mengurangi kekhawatiran inflasi.
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Selasa (16/6/2026) ditutup di US$ 4330,13 per troy ons. Harganya naik 0,56%.
Kenaikan ini memperpanjang tren positifnya dengan menguat 6,3% dalam empat hari beruntun.
Pada perdagangan hari ini, Rabu (17/6/2026) pukul 06.34, harga emas menguat tipis 0,13% ke US$ 4335,81.
Kesepakatan damai sementara yang diumumkan Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran selama 60 hari serta membuka kembali Selat Hormuz, yang sebelumnya diblokir Iran sejak serangan AS dan Israel pada Februari.
Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan prospek berakhirnya perang antara AS dan Iran telah menjadi faktor utama yang menopang harga emas dalam dua sesi terakhir.
Menurutnya, dampak dari kesepakatan tersebut adalah turunnya suku bunga jangka pendek, merosotnya harga energi, dan berkurangnya kemungkinan The Fed perlu menaikkan suku bunga lagi tahun ini.
Harga minyak Brent juga turun di bawah US$80 per barel untuk pertama kalinya sejak awal Maret setelah anjlok hampir 5% pada Senin menyusul pengumuman kesepakatan tersebut.