Sementara itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, termasuk tenor 10 tahun, semakin meningkatkan daya tarik emas yang dianggap sebagai aset aman (safe haven).
Meski demikian, Wong menilai peluang emas kembali mencetak rekor tertinggi tahun ini masih kecil. Rekor kemungkinan bisa dengan syarat tercapai gencatan senjata permanen dengan Iran yang membuka kembali Selat Hormuz dan meredakan kekhawatiran pasar terhadap suku bunga yang lebih tinggi.
"Rekor harga emas baru tahun ini tampaknya semakin sulit tercapai, kecuali jika ada gencatan senjata yang jelas dan berkelanjutan dengan Iran yang memungkinkan Selat Hormuz dibuka kembali. Dengan begitu, harga energi bisa turun dan pasar tidak lagi khawatir terhadap kemungkinan suku bunga yang lebih tinggi," kata Tai Wong, dikutip dari Refinitiv. dilansir cnbcindonesia.com