Dilansir dari VN Express, Stasiun Kereta Api Timur Chongqing beroperasi penuh sejak Juni tahun lalu. Stasiun ini dibuka bersama jalur kereta cepat koridor Chongqing Timur-Qianjiang, yang merupakan bagian dari jaringan kereta cepat Chongqing-Xiamen.
Jalur rel didesain khusus untuk mendukung operasional kereta peluru dengan kecepatan super tinggi hingga 350 kilometer per jam. Stasiun ini menghubungkan wilayah barat daya China ke berbagai pusat ekonomi dan wisata utama seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, Chengdu, dan Xi'an.
Stasiun Kereta Api Timur Chongqing juga telah mengadopsi sistem manajemen digital berbasis kecerdasan buatan (AI), sistem pemandu arah pintar (intelligent guidance), serta atap kaca raksasa dengan desain hemat energi untuk memaksimalkan pencahayaan alami di dalam ruang tunggu (waiting hall).
Kehadiran stasiun ini semakin memperkuat daya tarik pariwisata Chongqing yang telah lama dikenal sebagai megacity bernuansa "cyberpunk" karena topografi pegunungan "8D" ekstremnya, di mana gedung-gedung tinggi, jalan layang berlapis, dan kereta monorel tampak saling menembus apartemen.
Kota tempat lahir kuliner Sichuan Hotpot dengan cita rasa mala ini tahun ini diperkirakan mengalami ledakan arus wisatawan domestik dan internasional berkat kemudahan akses dari stasiun ini. Dilansir cnnindonesia.com