Beranda Umum Efek Perang Iran, Jumlah Penerbangan Wisatawan Bali Menurun

Efek Perang Iran, Jumlah Penerbangan Wisatawan Bali Menurun

penerbangan harus menempuh rute lebih panjang yang menyebabkan konsumsi bahan bakar meningkat, waktu tempuh lebih lama, dan biaya operasional naik

0
Bali

Bali sangat bergantung pada wisatawan dari Eropa dan pasar jarak jauh lainnya. Kondisi serupa juga dialami Thailand, di mana waktu tempuh yang lebih lama, kapasitas kursi yang berkurang, serta harga tiket yang lebih tinggi berpotensi menekan permintaan, terutama pada periode puncak perjalanan.

Malaysia dipandang relatif lebih tahan terhadap dampak langsung, karena wisatawan asal Eropa menyumbang kurang dari 15% dari total kunjungan. Meski demikian, mereka umumnya memiliki durasi tinggal lebih lama dan pengeluaran lebih besar untuk akomodasi, tur, dan belanja.

CNA melaporkan bahwa sejak konflik berlangsung, setidaknya 200 penerbangan keluar, terutama menuju Timur Tengah telah dibatalkan dari Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Meski terdampak, pelaku industri menilai permintaan dari Asia Timur, India, dan kawasan Asia Tenggara berpotensi menutupi penurunan dari pasar Eropa. Sementara, program Visit Malaysia 2026 serta tren peningkatan pariwisata yang terus berlangsung diyakini dapat memperkuat daya tarik Malaysia.

Di tengah gangguan, muncul peluang strategis. Kepala penerbangan sipil Malaysia Norazman Mahmud mengatakan bahwa bandara di Thailand, Singapura, Hong Kong, dan Malaysia berpotensi memosisikan diri sebagai pusat transit alternatif yang lebih aman dan stabil bagi penumpang menuju Eropa, seiring maskapai mengevaluasi ulang titik transit di kawasan Teluk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait