CARAPANDANG.COM - Kedzaliman itu kapan pun dan dimana pun selalu ada. Dzalim satu akar kata dengan dzulmah (kegelapan), dzulm (aniaya), midzallah (payung), adzlal (bayangan), zhulm (kezaliman), dan zhulmah (kegelapan pekat) yang memiliki makna dasar “hitam pekat.” Jika kegelapan secara kiasan dapat menyebabkan kebutaan fisik karena menghalangi pandangan dan penglihatan, maka zhulm (kezaliman) mencerminkan kebutaan hati dan mata batin pelakunya.
Kata dzalim itu sangat sederhana, tapi ia sangat berat akibatnya. Kedzaliman dalam bahasa Arab memiliki makna sebagai tindakan ketidakadilan, melampaui batas, menyimpang dari tujuan yang benar, atau mengambil hak orang lain tanpa izin. Secara esensial, kezaliman berarti meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya atau mengambil sesuatu yang bukan haknya, seperti merampas hak orang lain atau melanggar batas yang telah ditentukan.
Kembali pada akar kata dzaliman, kegelapan. Bahwa orang yang berbuat dzalim adalah mereka yang gelap, yang tertutup, tidak menemukan jalan, tidak ada cahaya yang menyinarinya.
Memberikan amanah (kepemimpinan) pada orang yang tidak layak. Guru memberi nilai baik pada muridnya yang tidak memenuhi standar. Meluluskan seseorang yang tidak masuk kualifikasi, karena ada hubungan teman atau kerabat. Memberikan penghargaan kepada yang tidak berhak menerimanya. Dalam agama, misalnya berbuat maksiat dan lainnya, ini semua masuk dalam perbuatan dzalim yang harus dihindari.