Ia menjelaskan putranya, Faris, yang kini berusia satu tahun satu bulan, sedang menjalani operasi tahap kedua setelah sebelumnya menjalani operasi bibir.
Mimi mengetahui kondisi bibir sumbing yang dialami anaknya saat melakukan pemeriksaan USG ketika usia kandungan memasuki 24 minggu.
"Sempat sedih dan terpukul, tetapi keluarga terus memberikan dukungan," katanya.
Menurut dia, program operasi gratis sangat membantu karena proses penanganannya berlangsung lebih cepat dibandingkan melalui jalur reguler.
"Kalau melalui program ini, setelah screening dan dinyatakan lolos bisa langsung operasi. Jadi lebih cepat," ucapnya.
Ia berharap program bantuan operasi bibir sumbing dapat terus diperluas sehingga semakin banyak anak memperoleh akses pengobatan dan kesempatan untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus bibir sumbing dan celah langit-langit di Indonesia mencapai sekitar 7.500 kasus setiap tahun.