Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia setiap hari, tidak ditutup sepenuhnya tetapi hanya terbuka bagi negara-negara yang tidak bermusuhan dengan Iran.
"Kami berada dalam keadaan perang. Kawasan ini adalah zona perang, dan tidak ada alasan untuk mengizinkan kapal-kapal musuh dan sekutu mereka untuk lewat. Namun selat ini tetap terbuka bagi negara-negara lain," tegas Araghchi.