Sebelum merumuskan strategi tersebut, perusahaan melakukan evaluasi internal secara komprehensif melalui analisis kinerja, efisiensi biaya, struktur keuangan, kapabilitas SDM, kesiapan teknologi, serta efektivitas proses bisnis. Hasil evaluasi ini menjadi dasar dalam merumuskan strategi perbaikan di seluruh entitas holding. Dari sisi peluang bisnis, DEFEND ID melihat prospek signifikan seiring meningkatnya belanja pertahanan, proyek strategis pemerintah, serta peluang ekspansi ke sektor komersial dan non pertahanan. “Pasar Asia Pasifik dan Afrika menjadi fokus kami, seiring dengan peluang kontrak pertahanan baru dan proyek lintas kementerian, seperti Kementerian Pertahanan, Perhubungan, ESDM, hingga Kementerian Komunikasi dan Informatika,” jelas Joga.
Terkait dinamika global, DEFEND ID menilai ketidakpastian ekonomi, fluktuasi suku bunga, dan tantangan rantai pasok sebagai faktor yang perlu diantisipasi secara cermat. “Kami menyeimbangkan strategi pertumbuhan dengan penguatan fundamental keuangan. Di sisi lain, tren peningkatan anggaran pertahanan global dan kebutuhan teknologi pertahanan modern menjadi pendorong utama ekspansi pasar ekspor dan penguasaan teknologi kunci,” tambahnya. Selain sektor pertahanan, DEFEND ID juga membuka peluang pengembangan sektor non pertahanan dan komersial, termasuk energi, transportasi, teknologi informasi, serta sistem elektronik terintegrasi yang memiliki sinergi dengan kompetensi inti perusahaan.
