“Salah satu komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi adalah beras. Masyarakat Sumbar cenderung memilih beras premium, sehingga perlu kita kelola dari sisi pasokan dan distribusi,” jelasnya.
Mahyeldi juga memastikan meskipun sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi, stok bahan pangan pokok di Sumbar dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan. Pemerintah daerah terus berupaya mempercepat pemulihan infrastruktur agar distribusi pangan tetap lancar.
Menurutnya, pengendalian inflasi pangan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan sinergi yang kuat antar seluruh pemangku kepentingan. Salah satu upaya penting adalah memastikan pasokan beras yang cukup dan berkualitas, sekaligus mendorong konsumsi produk pangan lokal.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong produksi dan konsumsi beras lokal yang berkualitas, sekaligus meningkatkan literasi masyarakat agar semakin bijak dalam memilih dan mengonsumsi pangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram menyampaikan Bank Indonesia memiliki mandat utama menjaga stabilitas nilai rupiah, baik dari sisi harga, sistem pembayaran, maupun stabilitas sistem keuangan.
“Penguatan ketahanan pangan daerah menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.