"Pemerintah terus melakukan pemantauan perkembangan kasus Ebola di tingkat global serta memperkuat kesiapsiagaan nasional guna mencegah masuknya penyakit ke Indonesia," ujarnya.
Menurut Aji, pengawasan pelaku perjalanan internasional kini diperketat di pintu masuk negara melaluithermal scanner, observasi visual, hingga pemanfaatan aplikasi All Indonesia
Selain itu, Kemenkes juga telah menyiapkan 198 rumah sakit rujukan dalam jejaring layanan pengampuan Penyakit Infeksi Emerging (PIE). Penguatan surveilans juga dilakukan melalui pemantauan di 21 rumah sakit sentinel yang tersebar di 20 provinsi.
Pemerintah turut memperkuat kapasitas laboratorium, pelatihan tenaga kesehatan, serta koordinasi lintas sektor bersama WHO dan berbagai pihak terkait.
Masyarakat pun diimbau tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, memakai masker saat sakit atau berada di tempat umum, serta menerapkan etika batuk dan bersin.
Masyarakat juga diminta menghindari kontak langsung dengan orang, hewan, maupun benda yang diduga terkontaminasi guna menekan risiko penularan Ebola.
WHO menyebut, wabah kali ini dipicu Bundibugyo ebolavirus, salah satu strain Ebola yang tergolong langka dan hingga kini belum memiliki vaksin maupun terapi spesifik yang disetujui.