Sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan teknis sekaligus simulasi SOP KSB. Pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam menguji sejauh mana kesiapan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.
Simulasi memberikan gambaran nyata mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Dengan latihan tersebut, masyarakat diharapkan tidak panik, memahami tugas masing-masing serta mampu berkoordinasi dalam melakukan tindakan penyelamatan.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Agam, Azmar, selaku panitia, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan mengurangi risiko bencana secara kreatif, inovatif dan terencana. Kesiapsiagaan tersebut penting karena masyarakat merupakan pihak yang berada paling dekat dengan sumber risiko bencana.
“Penanggulangan bencana tidak cukup hanya dilakukan setelah bencana terjadi. Masyarakat harus dipersiapkan sejak sebelum bencana datang,” demikian semangat yang dibangun dalam kegiatan tersebut.
Paradigma tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan sistem kebencanaan. Upaya mencegah dan mengurangi risiko harus dilakukan secara berkelanjutan sehingga dampak terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Kemensos Salurkan Bantuan Rp154,7 Juta