Beranda Kolom Dari Aspirasi ke Aksi: Mengapa Suara Kelompok Marginal Perlu Didengar Oleh Negara?

Dari Aspirasi ke Aksi: Mengapa Suara Kelompok Marginal Perlu Didengar Oleh Negara?

Aksi mahasiswa dan kelompok masyarakat pada hari ini tidak hanya dapat dibaca sebagai bentuk protes terhadap kebijakan publik.

0
Istimewa/dok. Tempo

Aksi mahasiswa dan kelompok masyarakat pada hari ini tidak hanya dapat dibaca sebagai bentuk protes terhadap kebijakan publik, tetapi juga sebagai upaya membangun narasi alternatif yang berangkat dari pengalaman sehari-hari mengenai tekanan ekonomi, persepsi terhadap prioritas anggaran negara, dan harapan atas tata kelola pemerintahan yang lebih responsif. Dalam kerangka CCA, pengalaman hidup (lived experiences) masyarakat menjadi sumber pengetahuan yang sah dan penting untuk dipertimbangkan dalam proses perumusan kebijakan. Narasi yang dibangun melalui komunikasi publik tersebut menjadi media untuk mengungkap ketidakadilan struktural sekaligus membentuk kesadaran kritis berdasarkan realitas sosial, pengalaman kolektif, dan kondisi kehidupan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kesadaran kritis ini tidak lahir dari ruang hampa, melainkan dari interaksi antara budaya, struktur kelembagaan, dan agensi warga negara dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, maupun politik. Ketika masyarakat merasakan adanya kesenjangan antara kebutuhan sehari-hari dengan arah kebijakan yang ditempuh negara, demonstrasi menjadi salah satu bentuk ekspresi politik yang berupaya menjembatani jarak tersebut.

Mengapa Hal ini Penting ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait