Beranda Berita Cerita Kecil dalam Perjalanan Besar JKN yang Sarat Makna

Cerita Kecil dalam Perjalanan Besar JKN yang Sarat Makna

Juli 2026. Hampir setiap beberapa pekan, Aisyah Qurrota Ain kembali melangkahkan kaki ke Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Depok. Di pelukannya ada Isa Arbei Kencana Jenggala, putra bungsunya yang kini berusia satu tahun dua bulan

0
Cerita kecil dalam perjalanan besar JKN

Aisyah bercerita, Maryam tidak menangis saat dilahirkan pada usia kandungan 35 minggu. Bayi mungil itu langsung diketahui mengalami kelainan jantung bawaan.

"Jantung bocor. Maryam di NICU tiga bulan di tiga rumah sakit setelah lahir."

Bukan hanya itu. Maryam merupakan bayi berisiko tinggi dengan sejumlah penyakit bawaan. Di bulan-bulan terakhir hidupnya, pneumonia kembali menyerang hingga ia harus dirawat selama tiga bulan di RSUI.

Di tengah masa-masa paling berat itu, ada satu hal yang tidak lagi mengganggu pikiran Aisyah: biaya pengobatan.

"Iya laaah. Kalau nggak pakai BPJS mah, aduh," katanya singkat di penghujung cerita tentang perjuangan merawat Maryam.

Sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), ia hanya memusatkan perhatian untuk mendampingi putrinya hingga detik terakhir. Selama berbulan-bulan menjalani perawatan di berbagai rumah sakit, Aisyah mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam proses administrasi maupun pembiayaan pelayanan kesehatan.

Padahal, sebelas tahun sebelumnya, kisah yang sangat berbeda pernah ia alami.

Januari 2012 menjadi bulan paling membahagiakan bagi Aisyah ketika putra pertamanya, Juan Bhumi Mahameru, lahir. Nama itu dipilih dengan harapan sang anak tumbuh setegar Gunung Semeru.

Namun kebahagiaan itu hanya berlangsung beberapa bulan.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait