Aisyah bercerita, Maryam tidak menangis saat dilahirkan pada usia kandungan 35 minggu. Bayi mungil itu langsung diketahui mengalami kelainan jantung bawaan.
"Jantung bocor. Maryam di NICU tiga bulan di tiga rumah sakit setelah lahir."
Bukan hanya itu. Maryam merupakan bayi berisiko tinggi dengan sejumlah penyakit bawaan. Di bulan-bulan terakhir hidupnya, pneumonia kembali menyerang hingga ia harus dirawat selama tiga bulan di RSUI.
Di tengah masa-masa paling berat itu, ada satu hal yang tidak lagi mengganggu pikiran Aisyah: biaya pengobatan.
"Iya laaah. Kalau nggak pakai BPJS mah, aduh," katanya singkat di penghujung cerita tentang perjuangan merawat Maryam.
Sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), ia hanya memusatkan perhatian untuk mendampingi putrinya hingga detik terakhir. Selama berbulan-bulan menjalani perawatan di berbagai rumah sakit, Aisyah mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam proses administrasi maupun pembiayaan pelayanan kesehatan.
Padahal, sebelas tahun sebelumnya, kisah yang sangat berbeda pernah ia alami.
Januari 2012 menjadi bulan paling membahagiakan bagi Aisyah ketika putra pertamanya, Juan Bhumi Mahameru, lahir. Nama itu dipilih dengan harapan sang anak tumbuh setegar Gunung Semeru.
Namun kebahagiaan itu hanya berlangsung beberapa bulan.