Beranda Tips Cara Meneladani Hidup Rasulullah SAW Ketika Kondisi Ekonomi Sulit

Cara Meneladani Hidup Rasulullah SAW Ketika Kondisi Ekonomi Sulit

Kondisi ekonomi belakangan ini memang semakin tidak stabil, terutama sejak melemahnya rupiah yang memicu kenaikan harga bahan-bahan pokok. Tentu kondisi ini berdampak bagi semua pihak, terutama bagi kelompok yang tergolong miskin dan menengah

0
Cara Meneladani Hidup Rasulullah SAW Ketika Kondisi Ekonomi Sulit

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ

Artinya: “Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepada kalian." (HR Muttafaq 'Alaih).

Rasul meminta agar kita senantiasa bersyukur dengan rezeki kita saat ini. Banyak orang yang hidup berkecukupan, tapi terus merasa kurang karena selalu membandingkan diri mereka dengan orang yang berada di atasnya. Hal ini juga telah disampaikan lewat firman Allah SWT dalam surat Al-A’raf ayat 31:

 يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَࣖ ۝٣١ 

Artinya: “Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”

Hidup Seperti Musafir, Hanya Membawa yang Diperlukan

Untuk bersikap sederhana dan mengurangi gaya hidup konsumtif, Rasulullah menganalogikan hal ini dengan prinsip hidup seperti musafir atau orang dalam perjalanan. 

Maksudnya, seorang musafir tidak membawa terlalu banyak beban, melainkan hanya apa yang mereka butuhkan diperjalanan. 

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait